5x Mengapa




Halo semua, selamat datang kembali para pembaca setia yang  sebenarnya tidak setia.

Melihat judul diatas mungkin terkesan aneh. Saat pertama kali mendengarnya  dari salah satu penulis dalam sebuah kelas menulis saya juga merasa demikian. “5x Mengapa” Teknik ini ia  gunakan untuk menentukan dan menulis sebuah tulisan yang solid. Katanya teknik ini berasal dari salah seorang filsuf terkenal. Setelah mendengarnya saya tertarik megetahui lebih jauh tentatang teknik ini dan dari mana asal ide luar biasa tersebut. akhirnya saya putuskan untuk menanyakannya pada Om google yang  katanya tahu segalanya (tapi bo’ong). Saya kemudian mengetikkan nama-nama Filsuf populer yang saya kenal dari beberapa sampul buku filsafat yang saya malas untuk membacanya. Mulai dari sokrates,plato,aristoteles,thales dll.  Saya yang hanya golongan pembaca kelas teri yang biasanya tidak begitu tertarik dengan bacaan ilmiah yang berbau filsafat kali ini menjadi begitu serius membaca artikel demi artikel, namun pencarian demi pencarian  saya tidak menemukan titik terang.  Akhirnya saya merubah kalimat pencariannya menjadi “teknik 5 mengapa” dan  Om google mengarahkan saya pada sebuah artikel Wekipedia  yang menjadi titik terang dari rasa penasaran saya terhadap keburaman saya dengan sebuah ilmu pengetahuan. Ternyata  teknik ini dipopulerkan oleh seorang pendiri Toyota (Sakichi Toyada). Meskipun pada akhirnya artikel ini membuat saya merasa tertipu dengan kakak penulis  tadi. Tapi setelah dipikir-pikir tidak ada yang salah dengan kakak yang tadi, toh pada dasar semua orang adalah Filsuf. Apa dan kenapa demikian? nanti saya jelaskan di tulisan selanjutnya kalau kalau sedang tidak malas.

Selanjutnya mari berkenalan dengan apa itu “5x Mengapa”,  bagaimana penerapannya dan kenapa saya begitu tertarik sampai membagikannya ke kalian. Apa itu “5x mengapa”? Jadi tekni 5x mengapa ini adalah praktik bertanya mengapa sebanyak lima kali. Teknik ini digunakan dalam pengembangan industri Toyota untuk menemukan akar penyebab masalah produksi. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor sehingga Toyota bisa menjadi besar seperti sekarang ini. bisa dibanyangkan jika Toyota tampa teknik ini, kamu tidak akan pernah melihat  mobil-mobil Avanza yang lalu lalang  menyusuri Sumpang labbu dan Kappang yang membawamu ke makkassar. yang kadang diperjalan kamu mabuk dan muntah dalam kantongan kemudian kamu buang tampa rasa bersalah lewat jendelah kaca mobil dan  akhirnya mengenai pengendara motor yang baik hati, sementara kamu kemudian dengan polosnya bersikap seolah semua baik baik saja. 

Kenyataan-kenyataan diatas menurut saya membuat teknik ini menjadi lebih menarik. Sepintas adalah sesuatu sangat jauh korelasinya antar menulisa  dan membuat mobil, cerita saya  sampai dengan kamu kemakassar dan muntah,  semua nanmppak menjadi algoritma yang kacau dan tak ada korelasinya. Tapi silahkan dibaca sampai akhir barang kali kamu bisa menemukan dimana titik koerelasi kesemua algorotma tersebut. 

Pada kenyataannya teknik ini menjadi sangat berguna untuk kedua bidang diatas. tulisan ini bukan bermaksud untuk membuat kalian menjadi seorang penulis ataupun pembuat mobil. Saya ingin mengajak kalian untuk melihat point of view  yang bebrbeda dari teknik ini. jika pembuat  mobil dan penulis saja  bisa mneggunakan teknik ini dalam propesi mereka. Rasanya  hal yang sama juga bisa dicoba dalam kehidupan kita, barangkali kita bisa menyingkap sebuah kotak pandora yang selama ini tersembunya dilingkungan sekitar ataupun yang ada dalam diri sendiri.  Lalu Bagaimna kita mencoba menggukannya dalam permasalahan hidup kita sehari-hari.? Kalian bisa memulai  mengajukan pertanyaan sederhana,  Contonhnya seperti ini:
  1. Mengapa kamu mau menjadi pacarku? Karena aku menyukaimu.
  2. Mengapa kamu menyukaiku? kerena tubuhmu seksi
  3. Mengapa kamu menyukai tubuhku yang seksi?  Karena  saya ingin menjamahnya
  4. Mengapa kamu ingin menjamahku? Karena ingin melampiaskan nafsu
  5. Mengapa kamu ingin melampiaskan nafsu? Karena ingin memenuhi kebutuhan Biologis.
(ini hanya contoh ya.! sengaja dibuat begini karena biasanya otak kita lebih mudah meneriman sesuatu yang berbau  Percintaan, apalagi kalau sedikit Pulgar)

Dari situ bisa di simpulkan bahwa dia memacarimu untuk  memenuhi kebutuhan biologisnya. Kamu bisa mencoba kepada pasanganmu dan atau dirimu sendiri jangan-jangan memang tujuanmu sama. Tapi banyak diantara kita, ketika menemukan pertanyan pada tingkat ke 2  sering mengelak dengan alasan “perasan itu tidak bisa didefinisiskan” kadang kita  tahu  jawaban sebenarnya tapi takut untuk jujur dan mengalih pembicaraan yang akhirnya menyamarkan maksud sebenarnya meskipun  juga ada banyak diantara kita yang tidak bisa memnjawab karena bingung dan tidak tahu harus menjawab apa, yang artinya  senbenarnya tujuan kita tidak pernah jelas karena tidak bisa menjawab tingkatan dua. Dari situ kamu bisa mengerti seserius apa dan seberapa mendalamnya dia kekamu atau kamu kedia. Sederhanya kurang lebih seperti itu cara kerjanya.

Teknik ini memiliki  tingkatan pertanyaan  dimana pada setia tinggkatan membutuhkan jawaban yang lebih mendalam yang mengarahkan kita pada sesuatu yang lebih sfesifik sehingga sesuatu itu menjadi jelas.menurut teknik ini Minimal kita bisa menjawab sampai tingkatan ke5 karena biasanya pada pertanyaan kelima kita akan sampai pada sesuatu yang sangat mendasar. Untuk lebih paham saya berikan contoh lain:
  1. Mengapa saya menulis Ini?  karena ingin berbagi informasi
  2. Mengapa  saya ingin berbagai informasi? Karena tidak ingin memendam sendiri
  3. Mengapa tidak ingin memendam sendiri ? karena tidak ingin stres
  4. Mengapa  tidak ingin stres? Karena ingin tenang
  5. Mengapa ingin tenang ? agar bisa bahagia.
Jadi tujuan saya menulis yang sebenarnya adalah untuk bahagia. Dimana saya akan melewati tahapan tahapan padan pertanyaan diatas untk bahagia. Contoh diatas hanya sebagian kecil dari masalah kehidupan yang menjadi nampak lebih terang hanya karena kata “Mengapa”. Kemudian Kenapa tidak kita Coba gunakan ini sebelum memutuskan,memilih, mencari tujuan dan mencari solusi dan sebagainya. Mengapa ingin hidup, mengapa ingin menjadi ini, mengap harus dia, mengapa lewat sini, mengapa memili ini itu dan sebagainya. Coba tanyakan, Sehingga tak ada lagi kebingungan kebingungan dalam diri kita. Seperti yang pernah saya alami Beberapa tahun tahun lalu, saya pernah merasa salah memilih jurusan meskipun akhirnya bisa berdamai dengan keadaan, penyebabnya hanya kerena saya tidak pernah bertanya dan menggalih lebih dalam ke diri sendiri sehingga saya  gagal memahami diri sendiri. Jika saja saya bisa memahami lebih awal mungkin tidak ada  kejadian demikian.  Malu, takut, tidak percaya diri, kecewa kesemuanya adalah contoh akibat dari gagalnya kita memahami diri sendiri.

Banyak diantara kita yang selama ini gagal untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang benar, bahkan gagal memposisikian diri kita sendiri.  Penyebabnya  sederhana, hanya karena kita kurang mempertanyakan bayak hal sehingga kita gagal memahami dan melakukan tindakan yang tepat.
Kuncinya yaitu hanya sering mempertanyakan. Saya tidak mungkin tahu Sakichi Toyada pendiri Toyota jika saya tidak penasaran dan bertanya-tanya tentang teknik 5x mengapa yang  saya peroleh dari  menonton vidio kelas menulis. Yang akhirnya membuat sebuah point of view tersendiri dari saya terhadap Teknik ini. dengan teknik ini barang kali kamu akan mampu memposisikan diri dengan tepat. kamu tidak  akan seenaknya lagi membuang kantong muntahanmu dijalan, sebab kamu bisa menemukan cara lain yang lebih bijak.

Penutup, bukankah para filsuf  dan penemu menjadi besar karena banyak menayakan sesuatu. Mereka berhasil karena mampu mengenali diri mereka sendiri. Ada sebuah kutipan terkenal “kenali dirimu maka kau akan mengenali Tuhanmu” dari kutipan itu ada sebuah peroses perenungan dan mempertanyakan sesuatu secara mendalam. Ingat “5x Mengapa”.

Terima kasih sudah membaca  sampai akhir.

Aku mencintaimu, Tapi Bo’ong.
 

Comments

Popular Posts